PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kesehatan Jiwa telah menjadi bagian masalah kesehatan masyarakat (public health) yang dihadapi semua negara. Salah satu pemicu terjadinya berbagai masalah dalam kesehatan jiwa adalah dampak modernisasi dimana tidak semua orang siap untuk menghadapi cepatnya perubahan dan kemajuan teknologi baru. Gangguan jiwa tidak menyebabkan kematian secara langsung namun akan menyebabkan penderitanya menjadi tidak produktif dan menimbulkan beban bagi keluarga penderita dan lingkungan masyarakat sekitarnya, Dalam UU No.23 tahun 1992 tentang kesehatan, pasal (4) disebutkan setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh derajat kesehatan yang optimal.
Bahwa setiap Data statistik WHO menyebutkan saat 1 % dari seluruh penduduk berada dalam kondisi membutuhkan pertolongan dan pengobatan untuk berbagai bentuk gangguan jiwa. Angka kejadian ( relevalensi ) berbagai bentuk gangguan jiwa mulai dari spekrum ringan sampai berat di Asia Selatan dan timur adalah sebesar lebih kurang 25%. Data WHO menunjukan bahwa rata-rata 5-10% dari populasi masyarakat di suatu wilayah menderita depresi dan memerlukan pengobatan psikiatrik dan intervensi psikososial.
Contoh lain yang cukup fantastis ialah data yang di keluarkan oleh Badan Kesehatan Dunia ( WHO ) pada tahun 2006. Data itu menyebutkan bahwa di perkirakan 26 juta penduduk Indonesia mengalami gangguan kejiwaan,dari tingkat ringan hingga berat.
Jumlah penderita gangguan jiwa di Indonesia meningkat. Masalah ekonomi menjadi penyebab utama terjadinya gangguan kejiwaan. Bahkan diperkirakan satu dari empat penduduk di Indonesia mengidap gangguan jiwa. Di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr Soerojo Magelang, Jawa Tengah, semenjak ada kebijakan jaminan kesehatan untuk warga miskin, jumlah pasien gangguan jiwa meningkat hingga 100%. Jumlah pasien yang berobat pada 2005 sebanyak 330 orang per hari, tetapi pada tahun ini mencapai 748 orang per hari. Contoh lain di RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terjadi peningkatan jumlah pasien gangguan jiwa sekitar 2%-3% selama tiga tahun terakhir. Saat ini sebanyak 650 pasien dirawat di sana, meningkat 20 orang dari tahun sebelumnya.
Senin, 28 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar